Popular Post

Showing posts with label Traditional culture. Show all posts

Orang Jepang Lakukan Pada Saat Tahun Baru

By : hari

Konnichiwa ^_^ , Akemashite Omedetou Gozaimasu!

Selamat Tahun Baru 2016
Yah mumpung malam ini malam tahun baru jadi saya ingin membahas tentang tahun baru.

Kalian pasti sudah sering merayakan Tahun Baru, Meskipun tidak terlalu spesial bagi sebagian orang. Nah kali ini saya akan membahas tentang Tahun Baru Di Jepang, pasti ada yang bertanya, apasih yang di lakukan orang jepang pada saat tahunbaru? Nah jawabannya adalah sebagai berikut:

1. Hatsumoude


Nah yang satu ini mungkin sering muncul di anime-anime.Hatsumoude artinya kunjungan pertama kekuil untuk menyambut malam tahun baru.Orang jepang biasanya berkunjung di kuil Shinto di hari pertama tahun baru dan berdoa di sana, tentu saja doa yang merek adoakan bermacam-macam.

2. Nengajou


Di jepang mereka mempunyai tradisi saling berkirim kartu pos. Kartu pos ucapan tahun baru dijamin sampai kealamat yang dituju pada tanggal 1 Januari. Kartu pos ucapan tahun baru bisa di tulisi sendiri dengan berbagai pesan dan ucapan. Gambar binatang atau kalimat ucapan standar bisa di tambahkan dengan menggunakan stempel karet beraneka warna yang dijual di toko buku atau stempel yang di sediakan di kantor pos. Kartu pos ucapan tahun baru sering di gunakan untuk memamerkan kemampuan menulis indah bagi pengirim yang pandai menulis kaligrafi. Pemilik komputer pribadi bisa menggunakan perangkat lunak khusus untuk mencetak kartu pos. Bagi orang yang memiliki banyak kenalan dan relasi, kartu pos biasanya sudah ditulisi sejak awal bulan Desember.

3. Otoshidama


Orang JepangmempunyaitradisimemberikanOtoshidamayang kitakenaldengansebutanangpao.Yang memberikanOtoshidamaadalah orang tua, pamanataupunbibidan Yang menerimaOtoshidamaadalahanak-anak.Saatmemberikanotoshidamauntukanak-anak, sejumlahuangkertas yang masihbaruatauuanglogamdimasukkankeamplopkecilbernamapochibukuro (otoshidama-bukuro) yang berhiaskananekagambarkesukaananak-anak.Otoshidamasangatditunggu-tungguanak-anak di Jepang, terutamabilamemilikipamanataubibi yang murahhati.

4. Mochi


Acara menumbuk mochi (mochitsuki) merupakan salah satu tradisi menjelang tahun baru. Ketan yang sudah ditanak di masukkan ke dalam lesung dan ditumbuk dengan alu. Satu orang bertugas menumbuk, sedangkan seorang lagi bertugas membolak-balik beras ketan dengan tangan yang sudah di basahi air. Beras ketan di tumbuk hingga lengket dan membentuk gumpalan besar mochi berwarna putih.


Selain di makan sebagai pengganti nasi selama tahun baru, mochi juga di buat hiasan tahun baru yang disebut kagamimochi.Secara tradisional, kagamimochi di buat dengan cara menyusun dua buah mochi berukuran bundar, di tambah sebuah jeruk di atasnya sebagai hiasan.


5.Osechi


Osechi adalah sebutan untuk masakan istimewa yang di makan pada tahun baru. Sup zōni dari kuah dashi yang berisi mochi dan sayuran merupakan salah satu masakan osechi. Berbagai macam lauk masakan osechi di masak berhari-hari sebelumnya dan di atur di dalam kotak kayu bersusun yang disebut jūbako (重箱). Toko swalayan besar sejak beberapa minggu sebelum tahun baru juga sudah membuka pemesanan osechi. Lauk pada masakan osechi biasanya sangat manis atau asin, seperti: kuromame, tatsukuri (gomame), kombumaki, kamaboko, kurikinton, kazunoko, dandatemaki. Makanan tahun baru di harapkan bisa tahan lama, karena tahun baru merupakan kesempatan libur memasak bagi ibu rumah tangga di Jepang.

Ikan yang di masak berbeda menurut daerahnya, di Jepang bagian timur di gunakan ikan salem sedangkan di Jepang bagian barat di gunakan ikan sunglir (buri). Beberapa daerah juga memiliki masakan khas yang tidak bisa dinikmati di tempat lain. Daerah Kansai memiliki masakan khas berupaikan cod kering (bōdara) yang dimasak dengan gula pasir dan shōyu.


Penutupan perayaan tahun baru di tandai dengan memakan bubur nanakusa yang di masak dengan 7 jenis sayuran dan rumput. Bubur ini di makan tanggal 7 atau 15 Januari agar perut bisa beristirahat setelah di penuhi makanan tahun baru.

Gakuran

By : MUNADIE
Yo minna-san,Setelah kemaren ane posting soal seragam seifuku yang dipakai oleh cewek jepang kali ini ane mau bahas seragam cowok jepang....namanya adalah "Gakuran"...


Gakuran berasal dari kata gaku yang berarti belajar/murid dan ran yang artinya negara barat. Pda tahun 1886 Universitas Tokyo mulai memberlakukan pemakaian seragam gakuran leher tegak dengan kancing warna emas. Gakuran ala Jepang umumnya hitam mulai dari atasan, celana, hingga ikat pinggang. Sedangkan sepatunya bisa berupa sepatu leofers atau sneakers. kadang ditambah dengan aksesoris berupa badge sekolah atau pin dibagian kerah. Seragam model ini bertahan sampai tahun 1960-an, sebelum kemudian dikembangkan dengan penambahan topi sekolah. Tahun 1970-an sekolah-sekolah mulai membebaskan para pelajarnya dari penggunaan seragam sekolah dan sebagai gantinya mereka boleh menggunakan pakaian bebas.



Satu dekade kemudian mulai dikembangkan seragam dengan berbagai model dan warna yang terlihat stylish dan eye catching. Seragam tersebut semakin berkembang bahkan pda awal tahun 1990-an banyak para desainer yang merancang berbagai model seragam yang mengikuti trend pada pertengahan tahun 1990-an, Seragan yang dikenal adalah seragam bergaya Amerika yaitu Blazer. Namun memasuki tahun 2000 hingga sekarang model seragam yang menjadi booming di Jepang adalah seragam bergaya British.



Karakteristik jas gakuran:

1. Seragam yang umumnya berwarna hitam. Gakuran bisa terlihat cute sekaligus menampilkan sisi wild dengan aksesoris di bagian bahu

2. Berkerah tegak yang tingginya hampir menutupi leher. Dibagian ujung lebih pendek dari kemeja dalam sehingga ujung lengan kemeja dapat terlihat

3. Baju dalaman gakuran tidak hanya kemeja tapi bisa juga Tshirt atau kaos

4. Penggunaan kancing hingga menutupi seluruh tubuh

5. Gakuran mempunyai nilai plus karena tidak mudah terlihat kotor selain itu warna hitamnya memberikan kesan elegan dan cool. Gakuran paling sempurna dengan kancing warna emas.



                           Salah satu pengguna gakuran yang paling kita kenal Takiya Genji


Gakuran juga berperan penting bagi pelajar Jepang menemukan cinta pertama Saat  duduk di bangku SMP dan SMU, cewek-cewek biasanya mendatangi cowok mereka dan meminta kancing (dai-ni), yaitu kancing kedua dari atas jas seragam pelajar cowok yang di sukainya. Kalau cinta cewe itu tidak bertepuk sebelah tangan, maka si cowok akan mencopot kancing jasnya lalu di berikan kepada cewek yang tadi “menembaknya”. Kenapa harus kancing kedua dari atas? Karena letaknya paling dekat dengan hati

Seifuku

By : MUNADIE
       
      Yo minna-san kali ini ane mau membahas tentang seragam siswi sekolah di jepang...namanya adalah "Seifuku" atau "Sailor Fuku". Seperti namanya Seifuku terinspirasi dari pakaian "Sailor"
         Hampir seluruh sekolah di jepang menerapkan peraturan agar siswa nya mengenakan seragam bergaya Seifuku,Setiap sekolah juga memiliki gaya seifuku nya masing-masing
 mau tau gimana Sejarahnya cekidot...

 
Berawal dari Elizabeth Lee, yang diyakini sebagai orang yang pertama kali memperkenalkan seragam sekolah Sailor di Jepang pada tahun 1921. Elizabeth Lee adalah Kepala Sekolah Fukuoka Jo Gakuin. Sebelumnya, Elizabeth menghabiskan sekolahnya di Inggris, tempat dimana asal seragam Sailor. Sailor uniform merupakan seragam yang digunakan oleh angkatan laut kerajaan Inggris pada saat itu.
Pada awal 1900-an, di Eropa sedang booming mode pakaian seragam sailor. Seragam sailor ini pertama kali diperkenalkan pada abad ke-17 di Eropa, tepatnya pada 1628 saat seragam model sailor ini menjadi seragam resmi dari angkatan laut Kerajaan Inggris.

Salah seorang yang berjasa mempopulerkan seragam Sailor di Eropa adalah Pangeran Edward VII dari Inggris. Sebuah lukisan yang menampilkan sosoknya dalam pakaian sailor saat berusia 5 tahun, yang dianggap banyak orang pada masa itu begitu mempesona, membuat popularitas seragam sailor berkembang di antara anak-anak dan kaum muda di Eropa.

Seifuku yang biasa kita lihat di anime-anime
Seifuku yang juga biasa kita temukan di dorama-dorama jepang

Saat pengaruh sailor seifuku masuk ke Jepang, saat itu Jepang tengah berada pada era restorasi Meiji, masa-masa dimana pengaruh dunia Barat sangat deras masuk ke Jepang dan demokrasi sedang berkembang pesat. Eksistensi kaum wanita mulai diakui dan mereka sudah tidak sungkan lagi untuk meninggalkan tradisi lama, salah satunya adalah meninggalkan tradisi fashion lama, yaitu untuk selalu berpakaian kimono. Hal ini yang membuat sailor seifuku menjadi begitu populer di kalangan wanita, terutama kalangan pelajar hingga sekolah-sekolah saat itu menggunakan desain sailor sebagai seragam sekolahnya.
Setiap sekolah mempunya desain seragam sailor yang berbeda-beda. Hal ini disadari atau tidak oleh pihak sekolah, menjadi daya tarik bagi para calon siswa. Bahkan tidak sedikit siswa yang mendaftar di sebuah sekolah hanya karena seragam sailornya yang keren.


Ada beberapa alasan mengapa seifuku itu ada yang pendek dan panjang roknya.
Antara lain yaitu kenapa rok seifuku itu pendek-pendek adalah, jika melihat kebelakang yaitu sejarah jepang, dulu rok seifuku itu dibawah lutut. Tapi sama halnya dengan di indonesia, walaupun jepang terkenal dengan tingkat kedisiplinannya yang tinggi, dan taraf pendidikannya yang tinggi pula. Disana juga tidak berbeda jauh dengan di indonesia, disana juga terdapat siswa-siswa yang nakal, terutama untuk urusan bolos sekolah. Sehingga di beberapa sekolah mereka memberlakukan agar rok seragam sekolah disekolah mereka lebih dipendekan beberapa centimeter diatas lutut. Semenjak sistem itu diberlakukan, tingkat siswa sekolah yang bolos sekolah menurun dengan drastis. Bahkan dibeberapa daerah dan sekolah bahkan ada yang sampai memberlakukan sistem rok-nya seperti celana seragam P.E (Physical Education atau seragam olahraga), namun setelah terjadi beberapa kasus maka sistem itu dihapuskan dan kembali ke standar rok yaitu dibawah lutut atau diatas lutut beberapa centimeter. 

Alasan yang lain ya itu kenapa rok seifuku pendek-pendek adalah "gaya". Banyak siswi perempuan disana sengaja menaikan rok-nya beberapa centimeter diatas lutut (mulai dari 7cm, 13cm, bahkan sampai 15-18cm diatas lutut) untuk menarik hati lawan jenis-nya atau agar mereka dibilang seksi atau biar gaul gitu. Berarti mereka yang pakai rok dibawah lutut bisa dibilang anak yang gak gaul ya? tidak semuanya, ada siswi yang memang dia tidak mau ikut-ikutan sehingga mereka tetap menggunakan rok dibawah lutut, namun tidak sedikit juga dari mereka yang menggunakan rok dibawah lutut sering menghabiskan waktunya di perpustakaan sekolah. Lalu bagi yang pakai rok pendek itu apa mereka menggunakan semacam celana mirip seperti celana yang digunakan untuk P.E. di gym? atau langsung hanya menggunakan pantsu? yup, ada yang mengenakannya, tapi ada juga yang tidak.


10 hal yang harus kalian ketahui sebelum berkunjung ke Jepang

By : MUNADIE
1. Hormat



Membungkuk merupakan hal yang bagi masyarakat Jepang untuk memberi salam atau meminta maaf. Dari saat mereka memasuki sekolah dasar, orang Jepang belajar untuk menghormati orang tua – dan membungkuk adalah bagian dari itu. Seberapa dalam tunduk kepada siapa adalah penting juga. Tunduk pada teman pada diambil sudut 30 derajat sedangkan untuk atasan di tempat kerja atau orang tua dan orang-orang yang di hormati lain nya pada sudut 70 derajat di ikuti dengan tutur bahasa yang sopan. Ketika memanggil orang yang lebih tua harus selalu menambahkan “san”, yang merupakan nama kehormatan untuk mereka.


2. Etika di Meja Makan




Jika diundang ke sebuah pesta minum (“nomikai”), jangan menuangkan bir hanya untuk diri sendiri dan mulai minumnya. Sikap yang baik mengharuskan kalian untuk ‘toast‘ terlebih dahulu, angkat gelas dengan satu tangan dan mengatakan “Kanpai!”(Cheers!) Biasanya, ketika mengambil tempat duduk, pelayan akan memberikan “oshibori” (handuk basah kecil) untuk membersihkan tangan. Etika makan merupakan hal yang ketat di Jepang, tapi kita juga bisa membuat kebisingan saat menyantap makanan, seperti menyeruput mie dengan kencang. Yang memungkinkan untuk koki mengetahui bahwa kalian menikmati makanan buatannya.


3. Memberi ‘Tip’ bukan keharusan



Di Jepang kita tidak perlu memberi tip kepada pegawai hotel, bar dan staf restoran, sopir taksi, dan sebagainya. Bahkan, memberi seseorang tip akan mempermalukan mereka, karena itu merupakan hal yang sedikit agak kasar untuk dilakukan di Jepang. Hal yang biasa bagi pelayan untuk memberikan layanan yang terbaik kepada tamu dan harga sudah termasuk tips.


4. Sumpit



Kalian diharuskan untuk bisa menggunakan sumpit ketika makan di restauran Jepang. Orang Jepang menghargai turis asing yang bisa menggunakan sumpit karena mereka pikir, menggunakan sumpit adalah hal yang tidak mudah untuk orang asing. Jadi mereka akan sedikit terkejut jika kita bisa menggunakan sumpit hehe


5. Memasuki Rumah


Budaya di Jepang mengharuskan kita melepas sepatu saat memasuki rumah atau berkunjung ke rumah orang Jepang. Di setiap rumah di Jepang selalu tersedia sandal rumah yang untuk kita pakai saat berada di dalam rumah. Bahkan sebagian orang Jepang membawa sendiri sendal mereka. Ada juga sendal lain saat kita hendak masuk ke toilet. Jadi pastikan kita tidak kelupaan memakai sendal toilet di dalam rumah haha


6. Masker Muka




Di Jepang kita akan melihat banyak orang memakai masker muka, terutama saat musim gugur dan musim dingin. Masker itu membantu mereka supaya tidak sakit terkena udara dingin juga menghalau udara bagi sebagian orang yang memiliki masalah alergi. Jadi msker ini cukup penting digunakan saat berada di Jepang.


7. Ketertiban dalam bersosialisasi




Orang Jepang tidak suka mengganggu ketertiban dan keharmonisan suatu kelompok. Menjadi mencolok dan menonjolkan diri adalah kebajikan bagi orang-orang Barat, tetapi tidak di Jepang. Sebagai contoh, berbicara di telepon selular di dalam kereta atau bis, membuang ingus di depan orang lain, makan makanan disaat acara khusus dianggap sebagai suatu perilaku yang buruk di Jepang.


8. Pemandian umum




Ada banyak spa dan pemandian umum di kota-kota dan daerah pedesaan di Jepang. Gaya mandi Jepang berbeda dengan di Barat atau di Indonesia. Pertama-tama, kita harus mencuci tubuh kita sebelum masuk ke bak mandi untuk berendam. Pemandian umum “sento” adalah tempat yang tepat untuk bersantai. Tentu saja kita juga harus terbiasa bertelanjang di depan orang lain hahaha tapi saat di pemandian umum ya ^_^


9. Berbahasa Inggris




Hampir keseluruhan orang Jepang berfikiran bahwa orang asing tidak bisa berbahasa Jepang atau mungkin hanya bisa sedikit berbahasa Jepang. Jadi sebagian masyarakat Jepang akan berusaha untuk berbicara dalam bahasa Inggris kepada kita. Mungkin akan sedikit sulit dimengerti karena orang Jepang memiliki aksen Jepang yang kuat. Jangan tersinggung karena mereka hanya berusaha untuk menjadi rendah hati dan mencoba untuk bersikap sopan kepada Anda. Tapi juga mungkin sebagian orang tidak akan menggubris kita karena mereka terlalu sibuk dengan urusannya masing-masing ^_^


10. Keamanan



Dibandingkan dengan negara lain, Jepang adalah tempat yang relatif aman. Tentu saja, pembunuhan, pencurian, penganiayaan dan perkosaan terjadi di Jepang, tetapi ketika Anda melihat para pekerja Jepang tidur di kereta api, kita akan merasa bahwa Jepang adalah negara yang aman. Tapi tidak menutup kemungkinan juga, karena kejahatan bisa terjadi dimana saja dan kita adalah orang asing di negara mereka. Harap untuk selalu waspada ^_^

Sumber : Kaskus

- Copyright © Genki Kurabu - MUNADIE - Powered by Blogger - Twitter ADMIN MUNADIE -